DERITA, KESEDIHAN, KEBENCIAN, DENDAM, SAKIT
HATI
Sesungguhnya semua itu karena diadakan oleh fikiran Manusia itu
sendiri.

"
Demikian itu disebabkan karena perbuatan tanganmu Sendiri. Sesungguhnya
Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya ".
( QS. 8 : 51 )
> Siapakah Kita ?,
Dari manakah Kita Berasal ? Adakah yang Menciptakan Kita ? Apakah Tujuan
Menciptakan Kita ?, Apa Tugas Kita di Dunia ini dan Bagaimana
melaksanakannya dengan sebaik-baiknya ? Bagaimana Cara Kerja Tubuh Kita
?, Otak Kita ?, Bagaimana Kita Hidup ?
> Manusia terdiri dari 3 unsur yaitu Raga, Ruh dan Fikiran. Kalau
diibaratkan mobil maka jasmani ini adalah Body daripada mobil sedangkan
Ruh sebagai Accu yang sifatnya hanyalah sebagai yang menghidupkan saja
dan Fikiran adalah sopir atau yang mengendalikan dari pada mobilnya
dimana dialah yang bertanggung jawab atas keselamatan dari pada mobil
itu sendiri. Jadi disini jelaslah bahwa yang dikatakan manusia itu
adalah Fikiran-nya dimana dialah yang bertanggung jawab atas
perbuatan-nya.....
PROLOG
Adakah diantara Kita
yang belum pernah merasakan penderitaan, kesengsaraan ?
Adakah yang belum
pernah merasakan Kesedihan ?
Mengapa timbul
kebencian, sakit hati hingga dendam bilamana Kita disakiti, dihina ?
Sudah
jelaslah bahwa semua itu seringkali Kita alami dalam kehidupan ini, dan
menjadi masalah besar yang selalu mengganggu fikiran dan kehidupan Kita.
Siapa yang sengsara, yang
tidak bahagia, maka dia merindukan kebahagiaan, dia mengejar
kebahagiaan. Setelah dia merasa mendapatkan kebahagiaan, maka
kebahagiaan yang didapatkannya itu hanyalah kebahagiaan palsu hasil
khayalan pikirannya belaka, tidak akan kekal. Orang bahagia tidak akan
merasakan kebahagiaannya sudah menjadi satu. Kalau terpisah, berarti
tidak bahagia, dan kebahagiaan hanya menjadi renungan saja!
Pikiran merupakan kertas
putih bersih dan kalau sudah terlalu penuh dengan coretan-coretan
beraneka warna, tidaklah mudah untuk membersihkannya, walaupun bukan
tidak mungkin. Dan selama kertas itu tidak kembali putih bersih dan
kosong seperti semula, maka selalu akan menjadi kabur oleh bekas-bekas
goresan, bahkan akan diselundupi goresan-goresan baru. kehidupan
anak-anak yang masih bersih dan suci, bagaikan kertas putih belum
ternoda oleh goresan-goresan kotor!
Percaya atau tidak
percaya hanyalah merupakan ilusi. Kalau kita ingin mengerti, kita harus
melakukan penyelidikan dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Setelah
kita mengerti, tidak ada lagi persoalan percaya atau tidak. Setelah kita
melihat bahwa matahari terbit dari timur, tidak ada lagi persoalan
percaya atau tidak, bukan? Setelah kita merasakan sendiri bahwa jantung
kita berdenyut, tidak ada persoalan lagi apakah kita percaya atau tidak
akan hal itu. Percaya atau tidak hanya timbul kalau kita belum mengerti.
Kebenaran bukanlah
kebenaran kalau dinyatakan oleh mulut dan pikiran! Kebahagiaan bukanlah
kebahagiaan kalau dinyatakan oleh pikiran. Ilusi bukanlah ilusi kalau
dinyatakan oleh pikiran. Semua adalah khayalan pikiran karena
pelajaran-pelajaran yang pernah didengar atau dilihatnya meniru-niru dan
mengulang-ulang barang lama yang usang!
Derita, sengsara,
kesedihan, kebencian, sakit hati dan dendam itu hanyalah buatan pikiran
manusia saja, jadi palsu karena dia ada oleh pikiran yang mengada-ada!
Sudah jelas diterangkan bahwa sebetulnya tidak ada apa-apa! Yang ada,
yang dirasakan itu bukan!, karena diadakan oleh pikiran manusia. Karena
fikiran mengingat apa yang pernah terjadi, hingga timbul berbagai
perasaan yang mengganggu karena teringat akan hal itu. Sesungguhnya
semua itu khayalan fikiran saja.
Bilamana Kita bisa
membebaskan diri dari berbagai fikiran yang merusak itu maka kehidupan
akan menjadi lebih indah dan bermakna.
Terapi
NurSyifa' yang digali dari Al-Qur'an mempunyai solusi, pemecahan yang
tepat berupa bimbingan untuk bisa membebaskan fikiran Kita dari khayalan
yang merusak dan memberi tuntunan kearah sinar yang terang yang
datangnya dari Allah SWT.
Mari kita sama-sama
menyelidikinya, mempelajarinya, dengan mengenal lebih dalam diri Kita,
kekuatan dan kelemahan Kita, mengenal nafsu-nafsu Kita, mengawasi semua
itu dan menyadari apa yang Kita hadapi saat ini.
Bebas dan bersihnya
fikiran dari masa lampau dan dari semua goresan-goresan berupa
titik-titik hitam yang mengotori hati Kita akan menyebabkan masuknya
Cahaya Allah kehati Kita yang akan memberi tuntunan terbaik untuk
mencapai masa depan yang lebih sempurna.
Akan
membebaskan juga berbagai kekuatan, kemampuan dan potensi yang selama
ini terpendam dalam diri Kita tanpa Kita menyadarinya bahwa itu semua
akan bisa membawa Kita kearah kehidupan yang lebih baik, sukses dan
sejahtera. Bebas lepas dari pertentangan-pertentangan dan fikiran yang
negatip ( negative thinking ).
Dengan Kita memahami
semua ini maka jalan kehidupan akan menjadi lancar dan bahagia.
Contoh :
Kita akan merasa sedih
bilamana ditinggal mati oleh orang tua Kita, kita akan merasa sakit hati
dan merana bila diputuskan cinta Kita oleh sang kekasih, Kita akan sakit
hati bila dihina, selalu terngiang kata-katanya yang menyakitkan hati
itu, Kita akan sedih dan menderita bila jatuh miskin,
Kita akan sedih dan
merasa menderita bila di PHK dari pekerjaan, bila tidak terpilih menjadi
pemimpin, bila ambisi, keinginan tidak tercapai, bila pasangan hidup
mempunyai pil/wil, bila terkena musibah, karena iri hati terhadap
keberhasilan orang lain, karena selalu merasa diri kurang/selalu
membanding-bandingkan diri kepada yang lebih darinya, tidak senang
melihat,kesuksesan, rejeki orang lain. malah senang apabila orang itu
menderita, dll.
Bila Kita mengingat semua
itu maka akan terbayanglah dan fikiran akan menyatakan itu semua sebagai
derita dan kesedihan. Kita harus dapat keluar dari itu semua dan
membebaskan fikiran Kita.
Bilamana diri Kita ibarat gelas yang
bersih dan terisi dengan air yang jernih, maka walaupun hanya sepotong
jarum akan terlihat jelas. Sebaliknya bila ibarat gelas yang kotor dan
terisi kopi, walaupun berlian atau emas didalamnya tidak akan
terlihat......
JALAN KELUAR TERBAIK :
Lenyapkan fikiran negatif dan
prasangka yang merusak jiwa, raga, hati dan fikiran Kita, dengan pasrah
kepada Allah.
Bersihkan diri Kita, bersihkan dengan
Terapi NurSyifa', bebaskan, potensi dan kemampuan Kita yang terbaik,
sehingga muncul kepermukaan dan terlihat, agar orang bisa melihat
potensi, kemampuan dan kelebihan Kita sehingga bisa menolong, memberi
jalan, memberi pekerjaan yang sesuai dengan potensi Kita.
Kita hadapi kehidupan ini apa adanya
dengan berdzikir, mendekat kepada-NYA, memohon pertolongan-NYA, agar DIA
memberi jalan yang terbaik untuk Kita semua, untuk keluar dari berbagai
masalah dan kesulitan yang menghadang Kita, untuk melenyapkan derita
Kita, Kita jalankan kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.
Semoga Rahmat, Taufiq, Hidayah,
Inayah, Karunia, dan Rejeki selalu tercurah kepada Kita semua, semoga
Allah melindungi dan menyelamatkan Kita semua dan memberi jalan terbaik
dari sisi-NYA, Amiin......
HMBI

Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, tentu
diadakan-Nya jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari "pintu"
yang tak diduga-duga olehnya.
Barang siapa yang
bertawakal kepada Allah, maka Tuhan Allah akan mencukupkan kebutuhannya.
Bahkan sesungguhnya Allah pelaksana semua peraturan-Nya. Dan Allah juga
telah menjadikan segala-galanya serba beraturan. ( Ath Tholaq ayat 2-3 )