KISAH-KISAH TELADAN

 

 

  Kunci Untuk Mencapai Suatu Keberhasilan dan Kesuksesan


4. Ikhtiar (berusaha).

     Berusaha merupakan syarat untuk tercapainya sesuatu, tanpa usaha tidak mungkin akan tercapai sesuatu karena qudrat ( kehendak ) Allah, yang baik atau yang buruk yang telah ditentukan kepada manusia tergantung usaha manusia itu sendiri mau yang baik atau yang buruk dan kesungguhan mereka dalam berusaha.

      "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya " ( Ar-ra'd:11 ). " Tidaklah sama antara orang-orang mukmin yang tidak turut berperang yang tidak ada halangan dengan orang-orang yang berjihat dijalan Allah dengan harta dan jiwa.  Allah melebihkan orang-orang yang berjihat dengan harta dan jiwa satu tingkat " ( An-nisa:95 ).

      Berdoa saja tanpa berusaha adalah berkhayal yang tidak ada ujung pangkalnya ( Thulul amal ) dan dilarang oleh ajaran Islam.

5. Ikhlas untuk dapat diterima.

     Ikhlas secara bahasa artinya jernih atau murni, dan secara istilah adalah beramal tanpa dicampuri oleh sesuatu yang lain semata karena mendekatkan diri kepada Allah. "Ingatlah , bahwa ibadah yang setulus-tulusnya itu, harus ditujukan kepada Allah" "Karena itu beribadahlah kepada Allah SWT dengan Ikhlas beragama untuk Dia semata" ( QS.Az-zumar:2 dan 3 ). " Dan tidaklah mereka diperintahkan sesuatu, melainkan untuk beribadah kepada Allah SWT dengan Ikhlas, patuh mengerjakan agama dan mendirikan shalat , mengeluarkan zakat. Itulah agama yang lurus "( QS.Al-Bayyinah:5 ).

      Beramal dengan ikhlas tidaklah mudah, karena syaitan selalu masuk pada hati manusia yang lengah ketika sedang berbuat baik dan mengotori hatinya dengan Ria ( Beramal tidak karena Allah atau karena sesuatu yang lain ) atau kemewahan dunia. Solusinya untuk mencapai Ikhlas kita memohon kepada Allah dijauhkan dari sifat Ria dan menjauhkan hati kita dari unsur-unsur yang selain Allah.Iblis berkata: " Ya Tuhanku karena engkau telah mentakdirkan aku makhluk sesat, maka aku akan menggoda  ( anak-cucu Adam ) dengan keindahan dunia dan akan aku bawa mereka kejalan yang sesat semuanya " ."Kecuali hamba-hambamu yang Ikhlas diantara mereka" ( Al-Hijr:39-40 ).

      Ikhlas tempatnya didalam hati, oleh karena itu seseorang tidak mengatahui ibadah orang lain ikhlas atau tidak , hanya Allah dan orang yang sedang beribadah yang mengetahui. Allah tidak menerima amal hambanya yang tidak Ikhlas , karena Allah tidak ingin beribadah yang dicampur adukkan dengan sesuatu yang lain, diakhirat nanti Allah SWT akan menyuruh kepada orang -orang yang berbuat Ria untuk meminta pahala amalnya  kepada selain Allah .

Ikhlas terbagi dua tingkatan

          1. Ikhlas orang Awam : berbuat amal kebaikan karena takut akan siksa / murka Allah dan karena mengharapkan syurga / rahmat Nya. "Dan mereka mengharapkan rahmat / karuniaNya dan takut akan siksaNya . Sesungguhnya siksa Tuhanmu sangat ditakuti " ( QS.Al-Isra:57 )

2. Ikhlas orang Khawas : berbuat amal kebaikan semata-mata karena Allah dan segala tingkah lakunya bertujuan mendekatkan diri kepada-Nya dengan sedekat -dekatnya.

     Cerita dari Imam Gazali : Pernah ada seorang Abid ( orang  tukang ibadah ) yang sedang  berbuat ibadah dan berzikir kepada Allah , suatu ketika Abid didatangi seseorang yang  memberi tahukan kepadanya tentang  seseorang yang sedang menyembah pohon. Maka marah Abid mendengar berita itu, kemudian ia mengambil sebilah kapak untuk menebangnya. Ditengah jalan ia dihalangi oleh Iblis , maka berkelahi saling baku hantam Abid dengan Iblis seketika itu Iblis kalah, lalu ditebangnya pohon itu. Kedua kalinya Abid ingin menebang pohon lain yang disembah oleh orang, lagi-lagi ditengah jalan dihalangi Iblis sambil merayunya. Kata Iblis: "Aku akan menjamin hidupmu dengan meletakkan uang setiap hari dibawah bantalmu asalkan engkau tidak menebang pohon ini " . Abid  tertarik dengan rayuan Iblis sehingga ia tidak jadi menebang pohon itu.

     Pada hari yang pertama dan kedua uang diletakkan Iblis dibawah bantal, dengan senang hati Abid mengambil dan membelanjakannya, tetapi pada hari yang ketiga uang itu tidak ada. Maka sangat marahlah Abid kepada Iblis karena ingkar janji, kemudian ia ingin menebang  pohon itu kembali. Ditengah jalan Iblis menghalanginya lagi, kemudian keduanya berkecamuk saling baku hantam, seketika itu Abid kalah. Lalu ia bertanya kepada Iblis. Mengapa sekarang saya kalah kepadamu? Maka Iblis menjawab." Hari ini keikhlasanmu sudah hilang untuk menebang pohon yang disembah orang, yang ada dalam hatimu sekarang adalah kemarahan karena Aku tidak meletakaan uang dibawah bantalmu ".

Oleh : Ustadz. Ahmad Yani, SAg

Assisten Bidang Agama.


Terapi NurSyifa' : CaraTercepat dan Islami Meningkatkan - Mengembangkan Potensi Diri dan Kemampuan yangTersembunyi dalam Diri, untuk Mencapai Hidup yang Lebih Baik BerkepribadianCemerlang.


Y A Y A S A N   N U R S Y I F A'

Jl. Kalipasir Tembok 26 - Menteng Raya - Jakarta Pusat 10340 - Belakang Gedung Joang '45, Hotel Treva Int. Atau masuk melalui jalan Kantor Pos Cikini. Atau Jl. Kramat 4.

Telpon : 62-21 314 7850, 021 3917929, 021 98877826, Hp.: 0816 14 23923

DENAH LOKASI TEMPAT PRAKTEK DENAH LOKASI TEMPAT PRAKTEK >>>


 INFO-INFO TERBARU DI NURSYIFA' :

| Visi Misi | Metode | Pengantar Pengobatan | Penyakit Kronis | Paradigma Baru |

| Sembuh dari Penyakit Kronis | Lifestyle Medicine | Mempercepat Kesembuhan |

| Ruqyah di NurSyifa | Terapi Imajiner | Pengantar Kerejekian | Rasa Bahagia |

| Menuju Kehidupan Baru | Buka Aura Islami | Jadwal Kegiatan | Pelatihan |

Untuk Akses Lebih Cepat WWW.NURSYIFA.NET

 

 

^ Alternatif Pengobatan Terapi Nur Syifa' by Haji Mohammad Bambang Irawan S.
Copyright 2007-2012 [ PT Supra Abadisentosa ]. All rights reserved.
Revised/disempurnakan :03 August 2012 14:24 .