|
" Berdasarkan Al Qur'an & As Sunnah "
Kami berusaha terus untuk Mengamalkannya dengan Kesungguhan Hati, dengan Tulus Ikhlas Karena Allah Ta'ala. HM Bambang Irawan S. dan Keluarga Besar NurSyifa'. > Pembahasan Teknologi Al Qur'an < Sub Pokok Bahasan " Mursyid "Oleh : Bapak HM. Bambang Irawan.STanya-Jawab peserta Pertemuan Mingguan dengan Nara Sumber, Bapak HM. Bambang Irawan. S ( Pendiri Terapi Nur Syifa )*****
Salah seorang peserta mengajukan pertanyaannya : Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya, terus terang saya tidak mengerti tentang beberapa hal yang dikatakan oleh Pak Haji. Langsung saja kepada pokok permasalahnya yaitu mengenai " Mursyid " seperti yang telah dibacakan makalahnya dalam judul Tekhnologi Al Qur'an, bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah, yang diumpamakan oleh suatu generator listrik dan yang mana mursyid diumpamakan, dianalogikan dihantarkan oleh kawat yang mempunyai energi yang sama namun listriknya tidak bersenyawa dengan kawat penghantarnya dan semuanya akan menerima energi yang sama. Dalam suatu analisa saya juga berpikiran demikian, katakanlah generator yang tadi adalah generator dzikir dan berzikir secara berulang-ulang, generator tadi mempunyai fungsi magnetik yang diputar pada satu poros sehingga menghasilkan energi listrik lalu dialirkan pada kawat hingga sampai ke ujung kawat tersebut juga mengandung energi listrik yang apabila kita pegang akan terasa strumnya. Namun yang di permasalahkan disini adalah kalau memang demikian, apakah kita harus mencari kawat penghantar yang bagus karena kalau yang jadi kawat penghantarnya ini dari timah, maka listrik yang dihantarkanya dari generatornya 220 volt namun pada saat sampai di ujungnya hanya tinggal 5 volt, akan tetapi kalau yang dijadikan kawat penghantarnya dari tembaga/bila perlu dari emas, dalam hal ini yang dimaksud dan yang bagus adalah mursyid tentunya energi yang dialirkannya tidak terputus ditengah jalan dan saya yakin artinya bahwa Allah itu mempunyai banyak kekasih dari para Nabi dan Rasul Allah, dari para Aulia Allah dan dari para wali dll. Dan yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah benar yang kita cari adalah Mursyid yang terbaik dan terus terang saja di dunia ini, dalamnya hati seseorang siapa yang tahu, tampaknya baik namun dibelakangnya buruk ( menipu ) dan ini banyak terjadi didalam kehidupan nyata sehari-hari. Lalu yang kedua mengenai " Tawasul " dan terus terang saja saya masih awam mengenai perihal tawasul ini dan mungkin tawasul juga merupakan suatu cara pendekatan diri kita kepada Allah melalui para Rasul dan Nabi-Nya, terima kasih demikanlah 2 hal pertanyaan dari saya ?
Bapak HMBI menjawab : Kenapa dianalogikannya dengan listrik ???, karena saya ini dasar pendidikannya adalah ahli tehnik, dimana dulu orang tua saya dinasnya di Perhubungan Darat dan menurunkan ilmu elektroniknya kepada saya, kemudian Alm. Ayahanda ditarik ke Philips, sehingga saya banyak mendapatkan pelajaran dari Philips didalam hal, banyaknya mengikuti pelatihan dari Philips. Sehingga saya sendiri juga heran, kenapa saya justru beralih ke bidang Supranatural dan dulunya saya juga tidak percaya dengan makhluk-makhluk ghoib, kekuatan-kekuatan ghoib dll, dan itu kurang saya percayai namun saya percayanya hanya kepada Allah - Al Qur'an, dimana dijelaskan didalam Al Qur'an bahwa makhluk ghoib itu ada dan itu saya terima namun sebatas itu saja. Tetapi pada suatu ketika ada sahabat saya dikeluarganya ada yang kesurupan kemudian dipanggilah orang pintar akan tetapi sebentar sembuh, sebentar kemudian kambuh lagi, lalu diceritakanlah kepada saya kemudian karena saya merasa tergugah lalu saya dan Ibu Haji mencoba untuk membantunya. Dengan didasari oleh petunjuk dari orang tua, bilamana ada orang yang kesurupan dibacakanlah ayat Qursy dan dipencet jempol, kemudian saya datang ke rumahnya namun apa yang terjadi saya malah ditertawakan oleh syaitan yang ada didalam orang yang kesurupan tadi " ha…ha….ha , elo nggak bisa ngusir gue, lihat nih gue lebih fasih baca ayat Qursy-nya dari lho " dan dari kejadian tersebut, akhirnya membuat saya mulai terbuka pikiran saya, berarti ada sesuatu yang bukan terdiri dari elektron atau getaran listrik. Kemudian lebih dari 5 tahun saya belajar ke lebih dari 40'an orang guru untuk mencoba mencari jawaban dari peristiwa tersebut dan mencari bagaimana cara untuk mengusirnya. Bilamana ada yang terjadi kesurupan, kemudian saya mencoba untuk menjembatani antara elektronik dan alam ghoib, dan saya tertarik untuk memakai istilah-istilah elektronik tersebut. Memang sangat baik untuk menanyakan masalah kualitas dan saya menggunakan istilah-istilah tersebut hanya sebagai suatu perumpamaan saja, namun yang saya maksudkan sesungguhnya adalah kalau kekuatan / ke Maha Kuasaan Allah itu di ibaratkan generator listrik yang dapat disalurkan kerumah-rumah, misalnya disalurkan kerumah saya dan orang lain juga dapat mencoloknya mungkin lewat rumah saya kabelnya dan dapat disalurkan kerumah-rumah orang lain akan tetapi disini saya hanya ingin memunculkan suatu logika pemikiran bahwasanya kekuatan / ke-Maha Kuasaan Allah tersebut dapat disalurkan kesemua orang. Memang benar juga mengenai kualitas kabelnya, misalnya kemampuannya baru bisa 450 Watt, tentunya dia belum dapat menggunakannya kemampuannya untuk hal-hal yang hebat-hebat minimal kemampuannya baru dapat digunakan sebatas untuk lampu, pompa air / strika. Jadi maksudnya disini kalau seseorang kemampuan batinnya dan ketaqwaanya kepada Allah masih dalam tahapan normal/rata-rata/biasa-biasa saja maka janganlah berharap untuk dapat menggunakannya untuk hal-hal yang luar biasa, akan tetapi jika orang tersebut sudah memperdalam dengan buka aura atau segala macam yang diumpamakan kekuatan listriknya sudah 2200 Watt, maka dapat digunakan untuk berbagai hal dan mengaktifkan macam-macam, misalnya kita memohon untuk gerakan silat, maka gerakan silatnya kita aktifkan setelah itu kita dapat melakukan gerakan pencak silat. Suatu pemikiran yang sangat bagus, jika kita memikirkan suatu kualitas kabel yang baik dan sekarang bagaimana kita dapat mengetahui bahwa ini yang bagus/ baik dengan yang buruk kualitas kabelnya atau stop contacknya untuk aliran energi keatasnya benar atau tidak, karena itu kita perlu untuk mengujinya ( ditest ) dan memang sangat penting untuk mengetahui apakah sudah benar, sehingga memang benar-benar dirasakan ada alirang energinya dari stop contacknya tadi yang kita colokan dengan berdasarkan kepada petunjuk-petunjuk yang telah diberitahukan sehingga dapat dirasakan memang benar ada aliran energinya yang dapat mengerakan sesuai dengan permohonannya dan setelah mengempeskan perut, bergetar sendiri dan dapat dirasakan aliran energinya. Akan tetapi apabila kita hanya melihat saja dan hanya merasa tertarik tentunya apa yang akan didapat makanya harus dicolokkan dulu namun apabila kualitas kabel kita masih lemah mungkin kita harus belajar ilmu geraknya dulu, kemudian kita tingkatkan lagi dengan mendeteksi makhluk dan mencabut makhluk lalu ditingkatkan lagi dengan penglihatan mata bathin-nya, jadinya meningkatkannya dengan cara bertahap. Diibaratkan kemampuannya 450 Watt kemudian kita ingin menambah powernya menjadi 900 Watt dst, secara step by step.
Seorang peserta mengajukan pertanyaannya : Kalau ini mungkin masih berkaitan dengan yang pertama, ketika aliran listrik mengalir dikabel, saya kembali kekisah lama mengenai Syech Siti Jenar sebagai Aku-nya ini adalah Allah, kejadiannya yang sebenarnya ini seperti apa dan apakah Syech Siti Jenar ini salah dalam Syariatnya ataukah salah apanya ?
Bapak HMBI menjawabnya : Syech Siti Jenar ini adalah seorang Wali yang secara otomatis mempunyai kemampuan kewalian, kemampuannya yaitu : setiap permohonannya selalu dikabulkan oleh Allah ( di Ijabah ) akan tetapi tidak mengikuti prosedur yang seharusnya, seumpamanya kepada anak SD harusnya diajarkan cara berhitungnya anak-anak SD misalnya 1+1= 2 jangan diajarkan kepada anak-anak SD rumus-rumus yang aneh-aneh nantinya bisa keberatan ilmu akibatnya bukanya menjadi benar akan berakibat menjadi tidak benar, oleh sebab itu terjadi salah tafsir ( salah interprestasi ) oleh umatnya karena itu dikhawatirkan nanti dapat merusak pemahaman Al Qur'an bagi orang-orang yang belum cukup sempurna kemampuan batinnya jadi dianggap sesat, kalau menurut saya sendiri, Syech Siti Jenar ini benar tetapi cara mengajarkannya / metodenya ini yang kurang disukai / kurang cocok oleh para Wali tersebut dengan apa yang sudah mereka capai. Mungkin saja jika Syech Siti Jenar muncul saat ini, dimana orang-orang sudah dapat menerima keparanormalan / supranatural atas segala macam dan tentunya dapat diterima sehingga tidak menjadi masalah kalau untuk sekarang ini akan tetapi kalau pada saat itu tentunya belum cocok karena masih kuatnya agama Hindu, dimana orang-orang belum dapat menerima hal-hal seperti itu.disamping itu juga sesungguhnya yang dijelaskan oleh Syech Siti Jenar ini adalah mengenai ilmu hakikat, jadi logikanya seperti ini misalkan kita memasukan air kedalam botol maka bentuknya air akan seperti botol. Jadi kalau kita menarik ( menjemput ) Dzat Allah sebagaimana Firman Allah " Aku ini berada didalam diri hamba-Ku yang beriman, Aku ini dekat lebih dekat dari urat nadi dileher " jadi pada saat terjadi kontak batin dengan Allah, dimana zat Allah itu berada didalam diri kita, maka wujudnya Allah seperti diri kita pada saat itu. Dan kenapa bentuknya bisa besar dan bisa kecil, ini diibaratkan apabila gas kita masukkan kedalam tabung kecil maka tabung kecil itu dapat memuat gas tersebut namun apabila gas tersebut kita keluarkan dari tabung itu maka gas tersebut dapat memenuhi ruangan ini bahkan bisa sebesar bumi ini, karena itu, hal ini dapat menjelaskan kenapa Allah dapat membesar dan dapat mengecil juga mempunyai kekuatan. Sesungguhnya Firman Allah menjelaskan : " bahwa sesungguhnya disekitar kamu ini ada wajah-wajah Allah ", suatu contoh : Yaa Latief - Asmaul Husnah ( Allah yang Maha Lembut ) yang diibaratkan air yang mempunyai sifat halus lembut, Allah yang Maha Kuat yang diibaratkan seperti gunung batu akan tetapi semuanya ini mempunyai kekuatan dan kelemahan suatu contoh : angin kencang ( badai ) yang dapat membuat air laut bergelombang dengan dahsyatnya namun anginnya tidak berpengaruh pada saat menerpa gunung batu. Kemudian air apabila menetes sedikit demi sedikit, akan membolongi ( mengikis ) batu, oleh sebab itu didalam buka aura ada dzikiran Ya Lathif, Ya Rahman, Ya Rahim itu untuk melemahkan / melunakkan hati orang yang keras. Kembali lagi kita, mengenai pertanyaan kabel dan listrik. Sekarang suatu kabel apabila dicolokkan kedalam stop contack yang mengandung listrik akan terdapat aliran listriknya dan apabila dipegang akan terkena strum dan bila kabelnya dicabut lagi dari stop kontacknya maka kabelnya tidak akan ada dayanya, jadi diibaratkan kalau kita sudah terhubung kepada energi Allah maka kemampuan dan kekuatan Allah ada didalam diri kita namun apabila kita gunakan / berbuat semena-mena / berbuat untuk kejahatan jika kabelnya ini dicabut maka kita akan kembali menjadi kabel biasa yang tanpa daya apa-apa. Sekarang mengenai kejawen, dengan kemampuan cara berpikir kita saat ini dari informasi, dari para Kyai dan terutama juga dari tempat lahirnya Al Qur'an di Saudi Arabia perihal informasi mengenai Al Qur'an sudah sangat banyak namun kenapa kita harus mengikuti kearah kejawenan kalau demikian halnya berarti kita menjadi mundur apabila kita kearah sana, seharusnya kita justru membangun, sebagai contoh : seperti pada terapi pengobatan Nur Syifa' yang unik ini dimana kental dengan nuansa Ketuhanan dan nuansa Islami, kenapa saya katakan sangat unik ? Karena saya berangkatnya dari pengalaman spiritual jadi awalnya berbeda dengan dari pesantren, kalau dari pesantren dari dasar, akidah, syariat dan terus meningkat sampai kepada pemahaman Al Qur'an secara umum dan apabila itu semua sudah didapat maka mereka mencoba untuk mengaplikasikannya dalam pengamalan akan tetapi kalau disini ( Nur Syifa ) unik karena berangkatnya dari aplikasi yakni dari pengalaman langsung kepada pengamalan yang artinya sama juga bertemu bila dari pesantren berangkatnya dari syariat, akidah, pemahaman Al Qur'an lalu kepada pengamalan dan pengalaman namun bila disini (Nur Syifa') berangkat dari pengalaman langsung kepada pengamalan dengan meningkatkan ibadah atau segala macam dimana yang tadinya sholatnya malas apalagi untuk membaca dan mempelajari Al Qur'an kemudian Insya Allah akan tergerak hatinya sehingga mempunyai keinginan untuk berzikir, ingin meningkatkan ibadah, belajar membaca dan mempelajari Al Qur'an walaupun usianya sudah 40 tahunan, cocok untuk mereka yang sibuk. Oleh karena itu orang dapat mengikuti dengan cara pesantren yang dari dasarnya dahulu atau bisa juga dari pengamalan. ( melalui jalan yang lebih cepat - jalan Tol ).
Dengan bersemangat, kembali seorang peserta pertemuan mingguan mengajukan pertanyaannya : Kalau dipesantren ( tarekot ) sebenarnya mereka juga ingin mencapai rasa kesadaran spiritual namun kalau disini salah satu upayanya adalah dengan membuka aura namun sebenarnya mereka dengan berzikir juga sudah merupakan buka aura ? Penjelasan ini mengenai tarekot, yang mana tarekot itu adalah suatu jalan untuk menuju / kembali kepada Allah, sedangkan apa yang diajarkan oleh tarekot adalah bagaimana kita mendekatkan diri kita kepada Allah dengan sedekat-dekatnya agar supaya kembali kepada Allah tanpa memikirkan dunia jadinya mereka tidak memikirkan dunia dan meninggalkan semua unsur-unsur kedunaiwian (material) dan mendekat langsung kepada Allah dan hal ini adalah suatu ciri dari tarekot yang mana mereka dengan berzikir dan dengan melakukan ritual-ritual tertentu / khusus untuk mencari kedekatan diri dengan Allah dengan sedekat-dekatnya agar supaya nanti akan kembali kepada Allah. Kembali lagi mengenai keunikan disini, karena saya menggunakan metode / logika do'a Sapu Jagad, "Robbana Aatina fiddunyaa hasanattaw wa fil akhiroti hasanattaw wa qinaa adzaabannaar " yang artinya " Wahai Tuhan-ku, berilah kami kehidupan di dunia yang baik dan kehidupan di akhirat yang baik pula dan jauhkanlah kami dari api neraka ". jadi kita dunianya dapat, yang mana kalau bisa kita hidup makmur, sukses dan kaya raya namun ibadah kita juga sudah cukup sehingga kita sudah menciptakan dan membangun gedung-gedung di surga sana dan itulah sebenarnya keinginan saya yang ingin menciptakan keseimbangan disana (keselarasan), kenapa saya berpikir demikian ? karena dunia - akhirat ini diibaratkan saja jika kita mempunyai 2 isteri, kalau kita terlalu dekat dengan dunia maka akhiratnya akan cemburu sehingga amal ibadah kita tidak akan diterima demikian juga sebaliknya kalau kita terlalu dekat dengan akhirat maka dunianya akan cemburu, sehingga kita didunia tidak akan mendapatkan apa-apa karena kita terlalu dekat dengan akhirat dan melupakan dunia (dengan kurang berusaha mencari nafkah), makanya disini ( Nur Syifa' ), bagaimana menyeimbangkan ini semua. Oleh karena itu bila kita terlalu memikirkan akhiratnya saja, diibaratkan jika kita ingin pindah kerumah disebrang rumah kita, yang mana rumah itu dibangun dan dibaguskan akan tetapi rumah yang masih kita tempati dibiarkan tidak terawat sehingga kotor dan rusak makanya kitapun menempatinya tidak akan terasa nyaman dan nikmat untuk ditempatinya, inti dari semua ini adalah walaupun nantinya kita akan tinggal dirumah seberang sana namun rumah yang masih kita tempati juga harus diperhatikan, dirapihkan dan dibersihkan. Karena itu kita harus mengejar kehidupan didunia agar mendapatkan kehidupan yang mapan sehingga kita dapat memberi sedekah kepada fakir-miskin, para jompo, anak-anak yatim-piatu.
Kembali salah seorang peserta melontarkan pertanyaannya dengan sedikit menceritakan pengalaman spiritualnya sebelum dan sesudah mengikuti Terapi di Nur Syifa : Saya teringat 15 tahun yang lalu, yang mana saya tergelitik dan terpana, sedangkan pada waktu itu saya cukup gelagapan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari seorang doktor yang Atheis ( tidak beragama ). Kebetulan pada waktu itu saya berada dinegeri orang dan saya bertemu dengan seorang yang Atheis dia adalah seorang yang cerdik pandai, seorang tehnical yang bergelar doktor berasal dari Jerman. Entah asal mulanya darimana lalu dia bertanya kepada saya " agamamu apa ? " saya jawab " kenapa anda bertanya kepada saya mengenai agama, karena bagi saya agama adalah sangat pribadi ( privasi saya ) lalu dia menjawab " tidak, saya bukan permasalahkan itu " kembali saya bertanya " maksud anda apa ? " dijawablah kembali pertanyaan saya tadi oleh si doktor yang sudah berusia + 70 tahun " saya tidak mempunyai agama sedangkan anda cerita bahwa anda beragama Islam, apakah anda dapat membedakan antara agama dengan candu ( heroin ) " saya bertanya lagi "apa maksud anda dengan pertanyaan ini " kemudian saya berusaha untuk menjelaskan sesuai dengan pengetahuan yang saya ketahui dan memang pada waktu itu saya masih berusia muda juga saya akui memang saya beragama Islam dalam melaksanakan sholatnya tidak 5 waktu. Kemudian kembali lagi dia bertanya : " kalau hanya untuk demikian untuk apa anda beragama " kemudian kembali saya dibuat terkejut oleh si doktor tadi dan si doktor mengatakan " agama itu dalam hidup sebenarnya hanya dibutuhkan 3x, jadi mengapa anda memakai agama terus, sebenarnya itu tidak perlu " dengan terkejut dan bingung juga dengan marah, seraya saya bertanya " mengapa demikian, jadi tolong anda jelaskan " lalu dia menjelaskannya kepada saya, seperti ini penjelasannya " pada waktu anda dilahirkan, kalau saya kristiani saya dibaptis kalau anda Islam di-adzan-in, yang kedua : pada waktu anda menikah tentunya anda berjanji demi Allah saya akan mencintai isteri saya seumur hidup dan yang ketiga sewaktu anda mati, jadi untuk apa anda melaksanakan sholat / ibadah setiap hari. Kalau anda beragama itu sama saja anda memakai heroin, semakin anda dekat dengan Tuhan maka anda semakin merasakan nikmatnya oleh karena itu sama halnya dengan saya yang memakai heroin, yang merasakan semakin nikmatnya hidup seakan-akan dunia ini hanya milik saya, apapun yang saya inginkan maka jadilah saya " karena itu saya semakin terperangah oleh penjelasan orang atheis itu, Pengalaman Spiritual sesudah bergabung dan merasakan dampak dari Terapi di Nur Syifa' : Kemudian saya melanglang buana kesana-kemari, hingga sampailah saya berkenalan dengan Nur Syifa', dimana ada pengalaman spiritual yang saya rasakan sangat hebat sekali hingga saya sampai tergugah, karena belum seberapa saja saya sudah dapat merasakan suatu nikmat dari Allah yang begitu besarnya dan saya terus terang belum pernah merasakannya dan pengalaman ini adalah pengalaman yang sangat positive hingga saya juga tidak dapat menceritakannya dan akhirnya saya termotivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan saya teringat kepada teman saya yang doktor tersebut, mungkin saya ini sedang kecanduan Tuhan pak !. Yang paling saya rasakan adalah ketenangan batin, keikhlasan dan yang tidak dapat saya ceritakan satu per satu disini, dan ada satu kehebatan lagi, adalah saya tidak pernah lelah untuk berzikir, bershalawat dan berdo'a hingga saya sendiri pun heran yang mana saya dulu kalau sudah ngantuk lebih berat ke ngantuknya daripada untuk sholat akan tetapi kalau sekarang justru sebaliknya kalau saya belum sholat tidak akan bisa tidur. Coba bayangkan saja, saya tidur praktis hanya 3 jam karena pada jam 04.30 saya bangun untuk sholat Subuh kemudian pada jam 05.30 saya beraktivitas untuk mengantar anak sekolah dan pada jam 07.00 saya berangkat kekantor kemudian pulangnya Maghrib dan dilanjutkan lagi untuk beraktivitas sampai saya bisa tidur sekitar jam 12.00 atau jam 01.00 malam lalu pada jam 03,00 saya terbangun untuk sholat Tahajud dan mengenai hal ini terus terang saja, saya seumur-umur setahun sekali saja, saya tidak pernah melaksanakan sholat Tahajud, akan tetapi ini secara otomatis dan kuncinya pun hanya ketika saya ingin tidur dengan membaca Al Fatihah kemudian Ayat Qursy dan saya memohon kepada Allah : " Ya Allah saya mohon bangunkanlah aku untuk sholat Tahajud untuk beribadah kepada-Mu ". Dan ternyata secara otomatis sepertinya badan saya ini sudah terprogram dikarenakan pada jam 03.00 saya terbangun untuk sholat Tahajud dan jam 04.00 saya tidur lalu jam 05.00 saya bangun lagi untuk sholat Subuh, jadi praktisnya saya tertidur hanya 3 jam dan anehnya ketika saya dikantor tidak pernah merasakan mengantuk, tetapi ketika dulu, bila saya sudah pulang dari kantor setibanya dirumah saya sudah tertidur, ketika setiap kali masih dalam perjalanan menuju pulang kerumah tepatnya didaerah Lenteng Agung biasanya saya beristirahat sejenak untuk tiduran dikarenakan rumah saya yang berada di Depok namun Alhamdulillah bila sekarang sudah tidak ada penyakit ngantuknya lagi bahkan sekarang malah tambah bergairah, jadi disini yang menjadi pertanyaan saya adalah apa bedanya candu dengan Tuhan, saya mohon dijelaskan agar saya tidak tersesat, Pak ! terima kasih atas kesempatan ini ?
Bapak HMBI menjawab pertanyaannya : Sebenarnya seperti yang telah saya jelaskan, mengenai begitu banyaknya wajah-wajah Allah disekeliling kita, seperti Allah yang Maha Halus yang diibaratkan berupa air, Allah yang Maha Kuat / Perkasa yang diibaratkan berupa gunung batu, Allah yang Maha Pelindung yang diibaratkan berupa pepohonan, karena kalau orang yang sudah mencapai kedekatan dengan Allah sedemikian dekatnya sehingga dia dapat kontak batin dengan Allah, jadi dapat menarik (menjemput) masuk Dzat Allah kedalam diri kita, maka diri kita akan dibawa terus untuk beribadah dan mencapai kenikmatan yang sangat luar biasa. Akan tetapi disini candu berbeda karena yang pertama harus dibeli dengan uang atau dengan apa saja, namun kalau ingin mencapai kedekatan dengan Allah maka dibelinya harus dengan beribadah dan berzikir dengan ikhlas. Kemudian hal yang kedua kalau candu dapat memabukkan sehingga dapat membawa kenikmatan yang sangat menyesatkan dan kesengsaraan dalam kehidupan baik lahir maupun batin akan tetapi kalau kita sudah mendekat kepada Allah maka yang kita inginkan seakan-akan selalu ingin beribadah sehingga membuat hidup kita terasa lebih nikmat, lebih berbahagia dan sejahtera, serta merasakan ketenangan dalam hidup, ketentraman dalam hidup juga segala pintu-pintu yang tadinya tertutup menjadi terbuka dan dengan wawasan pemikiran kita juga akan bertambah luas dsb. Kesimpulannya semua hal ini merupakan kebalikan dari kecanduan narkoba / candu sedangkan mengenai perbedaannya yakni hasil akhirnya yang berbeda yang satu memberi kebaikan dan kemuliaan, sedangkan yang satunya lagi (candu) menjerumuskan kejurang kehinaan.
Seorang peserta pertemuan mengajukan pertanyaan kembali kepada Pak Haji Bambang : Yang ingin saya tanyakan mengenai energi, yang mana memang dikosmos ini bentuknya energi sangat banyak dan juga bermacam-macam, kemudian ada teman saya yang mengikuti tarekot dengan berziarah kemakam keramat dan saya pernah menanyakan kepadanya apa yang dilakukan disana ???, dan kemudian dijelaskan yang salah satunya yaitu menyerap energi dari makam keramat tersebut, yang diyakininya walaupun dia sudah meninggal dunia akan tetapi energinya masih terkumpul disitu dan kemudian energi dari makam keramat itu diserap bagaimana dengan hal ini pak ?
Bapak HMBI menjawab : Saya teringat kepada 2 hadist dari Rasulullah SAW, hadist yang pertama berbunyi " Ziarahlah kamu " maksudnya, kita diingatkan untuk mengingat kembali kepada para wali, yang artinya mengingat dengan bimbingan mereka dan usaha-usaha mereka ( para Wali ) dalam mensyiarkan ajaran-ajaran agama Islam, mungkin tanpa adanya bimbingan dan usaha-usaha dari mereka ( para Wali ) dalam mensyiarkan ajaran-ajaran agama Islam, kemungkinan kita masih belum beragama, menganut agama Hindhu / Budha karena itu kita diminta untuk berziarah kepada mereka (para Wali). Hadist yang lainnya bertentangan mengenai hal ini : " janganlah kamu berziarah " kenapa ada hadist yang kedua ini ???, karena banyak orang yang justru menjadi musyrik, dengan meminta-minta kepada kuburan, karena itu dilarang untuk berziarah. Kalau berziarah itu tujuannya hanya Silaturrahim, diperbolehkan, akan tetapi ziarah ini akan menjadi haram kalau meminta-minta kepada makam ( kuburan ) dikarenakan akan mendekatkan kita kepada ke musyrikan jadinya semua itu tergantung kepada niat kita, akan tetapi alangkah baiknya kalau bisa menghindar datang untuk berziarah karena dikhawatirkan kita mendapat su'udzon ( prasangka buruk ) dari orang lain. Apabila kita pergi Haji, kita juga melakukan ziarah kemakam Rasulullah SAW dan juga kemakam para Nabi-Nabi sebelumnya.*** Saya merasa khawatir, seperti hal yang dipertanyakan tadi dengan maksud untuk menarik energi di makam keramat, kalau yang namanya dikuburan ( makam ), mana kita bisa mengetahui kalau itu energinya dari para Wali, energi dari para orang-orang pintar yang bersih dan suci, atau dengan kuburan yang ada disebelahnya yakni kuburan dari seorang pembunuh yang telah membunuh 50 orang lebih ( dengan enerji jahatnya) tentunya akan sulit untuk membedakannya, kalau kita ingin menarik energi dimakam keramat itu tergantung dari guru pembimbing kita, apakah dia dapat memfilter antara enerji yang baik dengan enerji yang negative oleh sebab itu apabila kita ingin berziarah maka janganlah kita memohon, namun memohonlah seperti ini dan ini hanyalah sebagai contoh permohonan kita kepada Allah bila kita sedang berziarah kemakam keramat misalnya kemakam Sunan Gunung Jati : " Ya Allah, ku minta, ku mohon berikanlah kepada ku, kekuatan, kemampuan dan keimanan sebagaimana yang telah Engkau berikan kepada Sunan Gunung Jati ini ". Dan menurut saya apabila kita ingin menarik energi maka datanglah ke Masjid Istiqlal, dimana di Masjid Istiqlal ini banyak orang yang sholat, berdo'a dan berzikir oleh karena itu banyak sekali enerji yang baik yang berada di Masjid Istiqlal itu yang melayang-layang diudara didalam Masjid Istiqlal yang dapat kita serap energinya yang sudah pasti aman dan baik dari pengaruh aura negative. Dan Rasulullah juga menganjurkan kepada kita untuk sholat di Masjid serta mendengarkan ceramah-ceramah dengan tujuan untuk membersihkan diri kita, kenapa demikian ? di Masjid yang auranya bagus itu yang dibandingkan dengan aura kita yang tercoreng-moreng akan sedikit demi sedikit akan tersiram bersih denga aura / enerji do'a yang berada di Masjid tersebut dan juga akan hilang pemikiran-pemikiran negative yang akan berganti dengan pemikiran-pemikiran yang positif ( baik ). Berdasarkan hasil rekaman kaset, pada Pertemuan Mingguan. Kekuatan, Kemampuan & Potensi yang Tersembunyi dalam Diri Bisa Diaktifkan dengan Mengikuti Terapi NurSyifa' - di Program Buka Aura Pesona Nur Allah. Pelajari Cara Memggunakannya melalui Program Pengembangan Potensi Diri. Yayasan NurSyifa'
" UNTUK MENCAPAI PRESTASI PUNCAK " > TERAPI NURSYIFA' : Berdasarkan Surat Al Fatihah - Al Qur'an dan As Sunnah, Menggunakan Teknologi Al Qur'an yang sangat banyak Manfaatnyal dan Canggih. Oleh Karenanya Berjalan melebihi dan diatas Kondisi dan Pemikiran Manusia biasa. ( Sesuatu yang belum pernah Terfikirkan dan Terbayangkan Sebelumnya, Sulit untuk Memaparkan Ke Luarbiasaan-nya, Akan Tetapi Bersifat Nyata Dapat Dirasakan Langsung Manfaatnya ! ).> Mengapa Terapi NurSyifa' memiliki Efek yang begitu Ajaib? Sebab dalam bimbingan Prinsip diatas-normal Teknologi Al Qur'an akan menghasilkan Efek Penyembuhan, Perbaikan, Keberhasilan yang diatas-normal. > Bila Ingin memperoleh berbagai Manfaat yang Luarbiasa ini, silahkan datang dan dapatkan Kemampuan Teknologi Al Qur'an yang Diatas Pemikiran Normal dengan mengikuti bimbingan dan berbagai program di Terapi NurSyifa' ! YAYASAN NURSYIFA'
Telpon : 62-21 314 7850, 021 3917929, 021 98877826, Hp.: 0816 14 23923
Pengobatan Canggih Teknologi al Qur'an, Terjamin Pasti Sembuhnya>>> - Prakata Mengenai Web-site NurSyifa' - Berpegang Teguh kepada Kitab Allah dan Sunnah - - Dalil Dzikir - Hikmah Penciptaan - Keutamaan Ilmu - Pengalaman Kerejekian - Kemampuan Terapi NurSyifa' yg Menakjubkan - Pengobatan Terapi NurSyifa' - - Kejadian Sehari-hari di NurSyifa' - Metode Ruqyah - Sugesti Raga - Info Buka Aura -- Kemampuan Manusia MenerimaKelebihan Allah - Kungkuman - Kesan Pesan Peserta -- Pembahasan Teknologi Al-Qur'an - Impotensi - Lain-lain - |
|
HOME - PENGOBATAN -INFO BARU - INFO INFO - TOPIK MINGGU INI - PENGALAMAN KESAKSIAN - KENANGAN AWAL BISA MENGOBATI - KHAZANAH ISLAMIYAH - PEMAHAMAN ISLAM LEBIH DALAM - KISAH GAIB |
|
TERAPI NURSYIFA' - MENGOBATI & MEMBERI BANYAK HIKMAH YG MANFAAT |